Melsa's Live

Monday, June 21, 2004

My Old Story

Ceritaku untukku

Ingin tahu kah kamu?
Ada dimanakah aku sekarang?......
Sedang apakah aku sekarang?.....
Dengan siapakah aku sekarang?....

Maka………….
Andai kamu ingin tahu, berarti kamu adalah teman terbaikku.
yang selalu ingin tahu keadaanku
dan……memastikan bahwa aku baik-baik saja
Andai kamu tidak ingin tahu…………………
Maka kamu adalah sahabat sejati ku………….
Yang dalam setiap desah nafasmu menyebut namaku
Dalam setiap detak jantungmu membentuk irama namaku
Dalam setiap tengah malammu ada seuntai doa untukku.
sehingga aku akan merasakan kesejukan
dari setiap tetesan air wudlu mu…….
Kesejukan yang menampar mukaku….
Perih………..tetapi,… nikmat…….
Membuat aku tersentak dan tersadar
Untuk melanjutkan kembali perjuanganku…..
Yang belum berakhir dan mungkin tak akan pernah berakhir..
Sampai nyawaku yang hanya satu ini
mengucapkan ‘selamat tinggal’ pada ragaku yang juga satu.

Tapi……………
Aku ingin bercerita tentang:
Ada dimanakah aku sekarang?......
Sedang apakah aku sekarang?.....
Dengan siapakah aku sekarang?....
Meskipun engkau adalah sahabat sejatiku…..
Maka aku akan bercerita untuk diriku ………..
Pada diriku…
Karena mungkin aku pun tak tau ………….

Saat ini……………
Aku sedang berada disebuah sumur berdiameter tak hingga
Dengan kedalaman yang juga tak hingga
Yang aku tau………
Sangat hitam….pekat….tanpa udara
Hingga aku tak dapat bernapas………
Sesak….sesak…..sesak…..
Aku hanya dapat menggapai-gapaikan tanganku
Meminta pertolongan kamu dan siapa saja
yang mendengar suara ku yang hanya terdengar oleh sukmaku
tetapi…………..
kamu adalah memang sahabat sejatiku………..
atas kerelaan mu menyebut namaku
dalam sebuah doa tengah malammu…..
maka aku mendapat pasokan oksigen kembali…..
oksigen yang diberikan Tuhan-mu untuk ku
maka aku dapat bernapas kembali……
oh…….kini aku dapat menghela napas sedalam yang aku mampu…..
terima kasih sahabat…………..
baru saja aku bernapas dengan lega……..
aku baru sadar kalau aku ternyata tidak sendiri…..
ada seseorang disampingku…..
oh Tuhan…….
Aku memiliki teman… aku tidak sendiri…
Saat aku tengok….
Mengapa dia hanya bayangan?
Bayangan yang setia mengikuti setiap langkahku
Kemanapun aku bergerak…
Dia mengikuti ku…..hampir tidak pernah tidak…
Tapi….
Mengapa dia tidak bersuara….
Mengapa dia begitu dekat tapi tak berwujud…
Mengapa dia begitu dekat tetapi tak nyata…..
Mengapa dia begitu dekat tetapi tak dapat menyentuhku……
Aku takut…..takut sekali….
Demi Tuhan-mu, demi Tuhan-ku…..
Aku takut sekali ……..
Takut………….
Takut…………..
Karena aku memang seorang penakut